Harga Nikel Dunia Melesat Tembus Level 18.500, Sinyal Positif buat Emiten Tambang?
Harga nikel dunia terpantau merangkak naik ke level USD 18.516 per ton. Kenaikan di pasar berjangka ini memberikan angin segar bagi saham-saham sektor pertambangan nikel di BEI.
Nickel Futures Melaju, Sentimen Positif Bayangi Sektor Pertambangan
Pergerakan harga komoditas global kembali memberikan kejutan positif. Berdasarkan data perdagangan Nickel Futures terbaru, harga nikel terpantau melesat sebesar 1,41% dan kini bertengger di level USD 18.516,75 per ton.
Tren Rebound yang Konsisten
Kenaikan ini melanjutkan tren pemulihan harga nikel yang sempat tertekan di awal tahun. Level 18.500 ini dipandang sebagai area psikologis penting bagi para pelaku pasar komoditas. Lonjakan harga ini dipicu oleh ketatnya pasokan global dan ekspektasi peningkatan permintaan untuk kebutuhan industri baterai kendaraan listrik (EV) serta baja tahan karat (stainless steel).
Dampak ke Bursa Domestik
Penguatan harga nikel di pasar internasional biasanya menjadi katalis positif bagi saham-saham emiten pertambangan di dalam negeri. Para investor kini mulai melirik kembali saham-saham seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), hingga PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).
Meski demikian, pelaku pasar diharapkan tetap mencermati volatilitas harga komoditas yang cukup tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi global. Jika harga nikel mampu bertahan dan menembus resisten selanjutnya di level 19.000, bukan tidak mungkin sektor pertambangan nikel akan memimpin reli IHSG di pekan-pekan mendatang.




