Harga Minyak Brent Kian Melandai ke Level $94, Catatkan Penurunan 12% dalam Sepekan
Tren koreksi minyak mentah Brent terus berlanjut. Per 15 April, harga terpangkas ke level $94,61, memperpanjang rapor merah mingguan hingga minus 12,95%
Tekanan Jual Masih Kuat, Minyak Brent Tersungkur ke Level Terendah Bulanan Harga minyak mentah dunia jenis Brent nampaknya belum menemukan dasar (bottom) untuk melakukan rebound. Berdasarkan data terbaru per Rabu (15/4), Brent Oil Futures kembali terkoreksi ke level $94,61 per barel.
Analisis Performa: Rapor Merah Mingguan Penurunan ini mempertegas tren bearish yang terjadi sejak awal pekan:
Perubahan Harian: Turun -0,52 poin (-0,55%).
Performa Mingguan: Ini adalah poin yang paling krusial, di mana harga telah anjlok sebesar -12,95% dalam hanya satu minggu terakhir.
Performa Bulanan: Secara akumulatif dalam 30 hari, harga sudah terpangkas -7,78%.
Tinjauan Grafik: Menuju Level Support Kuat Melihat grafik pergerakan 30 hari, harga Brent sempat mengalami lonjakan singkat (spike) pada tanggal 13 April hingga di atas $100. Namun, kenaikan tersebut tidak bertahan lama. Sejak saat itu, harga terus membentuk pola lower high dan lower low.
Posisi saat ini di $94,61 sedang menguji level terendah yang sempat disentuh pada 11 April lalu. Jika tekanan jual dari pasar global terus berlanjut, ada risiko harga akan meluncur lebih jauh menuju area konsolidasi jangka panjang di bawah level $90.
Dampak Global Penurunan harga minyak mentah yang cukup dalam ini biasanya memberikan sentimen beragam. Di satu sisi, ini dapat membantu menekan laju inflasi global dan menurunkan beban biaya energi. Namun di sisi lain, bagi negara pengekspor komoditas seperti Indonesia, pelemahan harga energi yang dibarengi penurunan harga CPO (Palm Oil) dapat memberikan tekanan pada neraca dagang.




