IHSG7.634+0.17%
BREN6.625+4.74%BBCA6.425-1.53%TPIA6.200-0.80%BBRI3.430+0.59%DCII199.3000.00%BMRI4.620-0.43%BYAN12.375-1.00%AMMN5.550-0.89%TLKM3.100-0.64%ASII6.375+2.82%BRPT2.230-1.76%SRAJ15.200+0.66%CUAN1.590+2.91%PANI8.925+1.42%CDIA1.170-0.43%BBNI3.710+0.27%MORA5.675+0.89%DNET9.425+0.53%EMAS8.625+3.29%IMPC2.300-1.71%BNLI3.360-1.18%BRMS850-0.58%UNTR31.700+0.71%ANTM4.070+0.25%BRIS2.0800.00%MPRO9.3500.00%BUMI248-0.80%SMMA13.975-0.18%AADI11.300+3.20%HMSP755+0.67%ICBP7.300+0.34%MDKA3.370+1.51%MBMA755+2.72%ADMR1.935-0.26%NCKL1.230+5.13%ADRO2.560+1.99%CPIN4.530+1.34%INCO6.900+1.85%CASA1.3300.00%UNVR1.865+0.27%TCPI13.525+1.31%ISAT2.050-0.97%AMRT1.530-0.65%PTRO6.200-0.80%GOTO520.00%INDF6.9750.00%EXCL3.280+3.80%EMTK950-0.52%MSIN930-3.12%PGUN9.725-3.23%BREN6.625+4.74%BBCA6.425-1.53%TPIA6.200-0.80%BBRI3.430+0.59%DCII199.3000.00%BMRI4.620-0.43%BYAN12.375-1.00%AMMN5.550-0.89%TLKM3.100-0.64%ASII6.375+2.82%BRPT2.230-1.76%SRAJ15.200+0.66%CUAN1.590+2.91%PANI8.925+1.42%CDIA1.170-0.43%BBNI3.710+0.27%MORA5.675+0.89%DNET9.425+0.53%EMAS8.625+3.29%IMPC2.300-1.71%BNLI3.360-1.18%BRMS850-0.58%UNTR31.700+0.71%ANTM4.070+0.25%BRIS2.0800.00%MPRO9.3500.00%BUMI248-0.80%SMMA13.975-0.18%AADI11.300+3.20%HMSP755+0.67%ICBP7.300+0.34%MDKA3.370+1.51%MBMA755+2.72%ADMR1.935-0.26%NCKL1.230+5.13%ADRO2.560+1.99%CPIN4.530+1.34%INCO6.900+1.85%CASA1.3300.00%UNVR1.865+0.27%TCPI13.525+1.31%ISAT2.050-0.97%AMRT1.530-0.65%PTRO6.200-0.80%GOTO520.00%INDF6.9750.00%EXCL3.280+3.80%EMTK950-0.52%MSIN930-3.12%PGUN9.725-3.23%
17 Apr 2026
Pemerintah Optimistis Ekonomi Nasional Tetap Kuat di Tengah Tantangan Global
News/Macro Outlook

Pemerintah Optimistis Ekonomi Nasional Tetap Kuat di Tengah Tantangan Global

By Ujang Ali Akbar10 April 2026 pukul 20.16

Pemerintah menyatakan kondisi ekonomi Indonesia tetap kuat dengan pertumbuhan mencapai 5,39% dan proyeksi kuartal pertama 2026 di atas 5,5%.

Pemerintah Nilai Ekonomi Nasional Tetap Kuat

Pemerintah menyampaikan bahwa kondisi perekonomian nasional saat ini berada dalam keadaan yang baik, meskipun di tengah dinamika global.

Dalam keterangan pers usai Rapat Kerja Pemerintah Kabinet Merah Putih pada 8 April 2026, disebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal keempat mencapai 5,39%, yang menempatkan Indonesia dalam posisi kompetitif di antara negara-negara G20.

---

Konsumsi Jadi Penopang Utama

Salah satu faktor utama yang mendukung pertumbuhan ekonomi adalah kuatnya sektor konsumsi domestik.

Pemerintah mencatat bahwa konsumsi berkontribusi sekitar 54% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Stabilitas ini didukung oleh:

  • Ketahanan pangan yang terjaga
  • Pasokan energi yang stabil
  • Daya beli masyarakat yang relatif kuat

Dengan kondisi tersebut, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun 2026 dapat mencapai ≥ 5,5%.

---

Komitmen Jaga Stabilitas Fiskal

Dari sisi fiskal, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga disiplin anggaran.

Beberapa target utama yang dipertahankan:

  • Rasio utang di level sekitar 40%
  • Defisit anggaran dijaga di kisaran 3%

Langkah ini bertujuan untuk menjaga kepercayaan investor serta memastikan stabilitas jangka panjang perekonomian nasional.

---

Sinergi dengan Bank Indonesia

Pemerintah juga terus memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

Salah satu kebijakan yang dilakukan adalah melalui triple intervention, yang mencakup intervensi di:

  • Pasar spot
  • Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF)
  • Pasar obligasi

Kebijakan ini diharapkan dapat meredam volatilitas dan menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan eksternal.

---

Kebijakan Energi dan Subsidi

Di sektor energi, pemerintah menetapkan implementasi kebijakan B50 yang akan mulai berlaku pada 1 Juli 2026.

Kebijakan ini bertujuan untuk:

  • Mengurangi ketergantungan impor energi
  • Meningkatkan ketahanan energi nasional
  • Mendukung efisiensi anggaran negara

Selain itu, pemerintah juga mengambil langkah untuk menjaga daya beli masyarakat terkait kenaikan biaya haji.

Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,77 triliun dari APBN untuk menyerap dampak kenaikan biaya, sehingga tidak membebani jemaah secara signifikan.

---

Pasokan Energi Tetap Aman

Terkait ketersediaan energi, pemerintah memastikan bahwa kondisi saat ini berada dalam situasi yang terkendali.

Cadangan LPG nasional tercatat berada di atas 10 hari, dan pasokan energi secara keseluruhan tetap terjaga, meskipun terdapat dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.

---

Kesimpulan

Pemerintah menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dengan:

  • Pertumbuhan yang stabil
  • Konsumsi domestik yang solid
  • Kebijakan fiskal yang disiplin
  • Dan ketahanan energi yang terjaga

Di tengah ketidakpastian global, berbagai langkah kebijakan yang diambil diharapkan mampu menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan.

Artikel Terkait

View all articles