IHSG7.057,11+1.22%
BBCA5.950+0.85%BREN4.730+2.83%TPIA6.075+19.70%BBRI3.150+3.62%DCII198.2500.00%BMRI4.490+1.58%AMMN5.175+4.55%BYAN11.175-2.19%DSSA1.485-2.62%TLKM2.880-0.35%ASII5.875-3.29%MORA4.860+0.21%BRPT2.300+24.66%SRAJ14.200-2.07%PANI8.650+0.58%CDIA1.190+13.33%BBNI3.920+2.08%CUAN1.300+12.07%DNET9.400-0.53%EMAS8.625-3.09%IMPC2.250+0.90%BNLI3.400+17.65%BRMS785+0.64%UNTR28.750-1.20%SMMA16.000+3.06%MPRO9.2250.00%HMSP770+3.36%ANTM3.690-2.89%BUMI2300.00%BRIS1.820+1.68%AADI10.525-4.10%CASA1.470+8.09%ICBP6.725-1.10%ADMR1.880-1.57%MDKA3.100-3.12%ADRO2.510+0.40%ISAT2.110+1.44%CPIN4.0900.00%MBMA615-8.89%NCKL1.005-2.90%INCO5.975-13.09%UNVR1.640+5.13%INDF6.9500.00%AMRT1.440+1.05%GOTO50-1.96%PTRO5.900+16.26%TCPI11.750+0.43%EXCL3.070+1.32%PGUN9.150+1.67%INKP9.325-4.36%BBCA5.950+0.85%BREN4.730+2.83%TPIA6.075+19.70%BBRI3.150+3.62%DCII198.2500.00%BMRI4.490+1.58%AMMN5.175+4.55%BYAN11.175-2.19%DSSA1.485-2.62%TLKM2.880-0.35%ASII5.875-3.29%MORA4.860+0.21%BRPT2.300+24.66%SRAJ14.200-2.07%PANI8.650+0.58%CDIA1.190+13.33%BBNI3.920+2.08%CUAN1.300+12.07%DNET9.400-0.53%EMAS8.625-3.09%IMPC2.250+0.90%BNLI3.400+17.65%BRMS785+0.64%UNTR28.750-1.20%SMMA16.000+3.06%MPRO9.2250.00%HMSP770+3.36%ANTM3.690-2.89%BUMI2300.00%BRIS1.820+1.68%AADI10.525-4.10%CASA1.470+8.09%ICBP6.725-1.10%ADMR1.880-1.57%MDKA3.100-3.12%ADRO2.510+0.40%ISAT2.110+1.44%CPIN4.0900.00%MBMA615-8.89%NCKL1.005-2.90%INCO5.975-13.09%UNVR1.640+5.13%INDF6.9500.00%AMRT1.440+1.05%GOTO50-1.96%PTRO5.900+16.26%TCPI11.750+0.43%EXCL3.070+1.32%PGUN9.150+1.67%INKP9.325-4.36%
05 Mei 2026
Rupiah Tembus Rp17.400, Daya Tarik Investasi RI Terancam Meski Imbal Hasil SBN 6%
News/Insight

Rupiah Tembus Rp17.400, Daya Tarik Investasi RI Terancam Meski Imbal Hasil SBN 6%

By ujang ali akbar6 Mei 2026 pukul 11.21

Pelemahan Rupiah yang kian nelangsa ke level Rp17.411 per Dolar AS membuat imbal hasil SBN di kisaran 6% kehilangan daya tariknya, seiring meningkatnya risiko depresiasi mata uang bagi investor.

Kondisi nilai tukar Rupiah yang kian nelangsa terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) kini mulai membayangi prospek investasi di pasar keuangan domestik. Meskipun instrumen Surat Berharga Negara (SBN) menawarkan imbal hasil relatif di kisaran 6%, angka tersebut dinilai semakin tidak menarik bagi investor, terutama investor asing.

Berdasarkan data pasar terbaru, Rupiah telah terdepresiasi sebesar +2,47% dalam satu bulan terakhir dan menyentuh level Rp17.411,9. Bagi investor, kenaikan harga Dolar AS yang mencapai +5,96% dalam setahun terakhir secara efektif "memakan" keuntungan yang ditawarkan oleh kupon SBN.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa investasi di Indonesia terasa semakin berat bagi para pemodal:

Risiko Kurs yang Tinggi: Dengan pelemahan Rupiah yang konsisten sejak awal tahun, potensi kerugian dari selisih kurs (currency loss) jauh lebih besar dibandingkan yield 6% yang ditawarkan instrumen pendapatan tetap.

Inflasi Bayangan: Pelemahan Rupiah hingga menembus level Rp17.400 meningkatkan beban biaya impor yang berpotensi memicu inflasi, sehingga nilai riil dari imbal hasil investasi semakin tergerus.

Gap Imbal Hasil: Jika dibandingkan dengan instrumen luar negeri yang lebih aman (safe haven) dengan suku bunga yang kompetitif, premium risiko investasi di Indonesia dianggap sudah tidak lagi sebanding dengan return yang diberikan.

Jika tren pelemahan ini tidak segera diredam, dikhawatirkan terjadi aliran modal keluar (capital outflow) yang lebih masif. Para pelaku pasar kini bersikap lebih berhati-hati dan cenderung menahan diri, menunggu langkah nyata dari otoritas moneter untuk menjaga stabilitas mata uang garuda agar investasi kembali kompetitif.

Artikel Terkait

View all articles